Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Mangkutana

Budyanita Asrun, D Tayosuwana

Abstract


Kecamatan Mangkutana khususnya di Desa Kasintuwu memiliki riwayat pernah mengalami bencana tanah longsor yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat setempat maupun pemerintah setempat karena rusaknya pemukiman warga, perkebunan, dan bahkan jalan trans menuju Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah terhambat akibat longsor tersebut. Penelitian ini dibuat bertujuan untuk membuat pemetaan tentang daerah rawan bencana tanah longsor di Kecamatan Mangkutana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Overlay dalam pembuatan peta rawan bencana longsor. Penelitian ini menghasilkan tiga kelas resiko bencana yaitu rendah, sedang, dan tinggi dengan masing-masing kelas mencakup luasan (72.578,1732 Ha) untuk rendah; (47.531,7888 Ha) untuk sedang; dan (7.939,038 Ha) untuk tinggi.

Full Text:

Untitled

References


A.Z.R. Kalandoro, “Analisis Spasial Sebaran Rawan Longsor di Kabupaten Bandung”, Institut Pertanian Bogor, 2018.

BPS Kabupaten Luwu Timur, "Kecamatan Mangkutana dalam Angka 2018, Kabupaten Luwu Timur", Luwu Timur, 2018.

F. Faizana, A.L. Nugraha dan B.D. Yuwono, "Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarag", Jurnal Geodesi Undip, vol. 4, no. 1, pp. 223-234, 2015.

J. S. Annisa dan Rinaldi, “Analisis Daerah Rawan Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat”. Jurnal Jom FTEKNIK, vol. 2, no. 2, pp. 1-8, 20165.

M.A.R. Putra, “Pemetaan Kawasan Rawan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Menentukan Titik dan Rute Evakuasi”, UIN Alauddin Makassar, 2017.

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Luwu Timur, “Profil Kabupaten Luwu Timur”, Timur, 2016.

S.T. Mulyaningsih, “Sistem Informasi Geografis Pemetaan Daerah Rawan Tanah Longsor di Kabupaten Gunung Kidul Berbasis Web”, Jurnal Sarjana Teknik Informatika, vol. 1, no. 2, pp. 276-283, 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.